
 |
 |
|
|
|
Oct 5, 2007
Sumbangsih Mahasiswa Indonesia di Oxford, Inggris Raya
Bencana alam yang kerap melanda Indonesia menggugah hati mahasiswa dan masyarakat Indonesia khususnya di Oxford dan Inggris Raya secara umum untuk memberikan sumbangsih nyata dalam meringankan penderitaan para korban. Melalui penyelengaraan Indonesian Cultural Night 2007, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Cabang Oxford, berhasil mengumpulkan dana sebesar 785 poundsterling (14,5 juta rupiah) yang seluruhnya telah disumbangkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta pada tanggal 23 Agustus 2007. Sumbangan yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana dari kegiatan rutin tahunan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Cabang Oxford (PPI-Oxford), yaitu Indonesian Cultural Night 2007 yang merupakan penyelengaraan yang ketiga kalinya. Tonggak awal diadakannya kegiatan ini adalah pada awal tahun 2005, dimana terjadinya bencana tsunami di Aceh dan Nias telah mendorong para pelajar Indonesia di Oxford untuk memberikan sumbangsihnya untuk membantu para korban. Indonesian Cultural Night 2005 terselenggara dengan kerjasama dari berbagai pihak termasuk para pelajar dari negara korban tsunami lainnya seperti India. Acara ini terselenggara dengan hasil memuaskan dan berhasil mengumpulkan sejumlah dana yang seluruhnya disumbangkan untuk korban tsunami Aceh - Nias melalui Palang Merah Indonesia. Mengulang kesuksesan Indonesian Culture Night 2005. Pada tahun 2006, PPI Oxford kembali kembali mengadakan acara tersebut dan dana yang terkumpul disumbangkan kepada para korban gempa Yogyakarta. Pada tahun 2007, Indonesian Culture Night kembali diadakan dengan persiapan yang lebih matang dan tujuan yang lebih luas. Dengan kemandirian PPI-Oxford dan dukungan pemerintah Indonesia di Inggris Raya melalui KBRI London, serta para sponsor yaitu masyarakat dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) UK, acara ini dapat terselenggara secara sukses. Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, Bapak Marty Natalegawa, beserta para staffnya, Walikota Oxford, dan para akademisi dan pelajar Oxford. Maksud dari digelarnya para acara ini selain untuk pengumpulan dana lewat penjualan tiket dan sumbangan pengunjung, sekaligus juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang sangat beraneka ragam. Pertunjukan yang ditampilkan berupa musik, seni bela diri pencak silat dan tarian yang berasal dari penjuru Indonesia yang dibawakan oleh penari professional maupun pelajar dari Indonesia. Semangat yang tinggi untuk ikut memperkenalkan Indonesia di Inggris Raya sekaligus memberikan sumbangsih nyata bagi rakyat Indonesia di berbagai daerah yang sedang didera bencana alam terwujud dalam antusiasme dan keseriusan para pendukung acara dalam mempersiapkan Indonesian Cultural Night 2007. Para penari, baik yang professional maupun pelajar, seluruhnya memberikan bantuan suka rela tanpa menerima bayaran. Sebagai contoh, salah satu tarian yang dipertunjukkan, yaitu tari Saman, dibawakan oleh tim yang terdiri dari lebih dari 20 pelajar yang bertempat tinggal di seluruh penjuru Inggris Raya dan diorganisir oleh Rangkang Nanggroe (perkumpulan masyarakat Aceh di Inggris Raya). Sebagian besar penari saman ini adalah pelajar yang sama sekali belum pernah menarikan tarian ini. Tempat tinggal yang tersebar di seluruh penjuru Inggris Raya, serta kesibukan kegiatan akademik tidaklah menjadi halangan bagi para pelajar ini, dan dalam mempersiapkan penampilan mereka, setiap minggunya sebagian besar penari rela menempuh perjalanan berjam-jam bolak balik ke London dari kota tempat tinggal masing-masing. Satu hal unik dalam setiap pergelaran Indonesian Cultural Night adalah ditampilkannya pertunjukan musik gamelan yang dibawakan oleh Oxford Gamelan Society. Seluruh pemusik pendukung gamelan adalah pemusik gamelan professional yang berkewarganegaraan Inggris. Mereka telah kerap kali tampil di berbagai pertunjukan budaya di berbagai daerah di Inggris dan setiap tahunnya dengan suka rela berpartisipasi dalam Indonesian Cultural Night di Oxford. Penampilan para pemusik gamelan professional dari Oxford Gamelan Society senantiasa mengundang decak kagum para penonton. Pertunjukan lainnya adalah menampilakan The Pencak Silat Federation UK dengan pertujukan silatnya, A.H Wardhana dengan pertumjukan tarian khas Jawa Timurnya, Maulana M Syuhada dan M. Cook dengan pertunjukan Kecapi Suling, Savitri Sastrawan dan Yanti Sastrawan menarikan tarian Bali yang berjudul Tarian Cendrawasih. Kerja keras dan dedikasi yang tinggi juga diperlihatkan oleh panitia pelaksana, berbekal pengalaman dari penyelenggaraan Indonesian Cultural Night sebelumnya, panitia pelaksana dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Cabang Oxford telah dari jauh-jauh hari mempersiapkan acara. Jerih payah panitia terbayar dengan tingginya antusiasme penonton dalam menyaksikan acara serta tiket pertunjukan yang habis terjual sejak beberapa hari sebelum acara. Pada akhir acara ini, berhasil terkumpul dana sejumlah 785 Poundsterling yang sebagian besar diperoleh dari penjualan tiket dan selebihnya didapat dari sumbangan para pengunjung. Beberapa anggota yaitu, Melissa hermawan dan Putri Simanjuntak dan Ketua PPI- Oxford sendiri, Muhammad Azan Izhar, pada tanggal 23 Agustus 2007 telah memberikan secara langsung dana sumbangan tersebut kepada PMI Jakarta, dan diterima langsung oleh Ketua PMI Jakarta, Ibu Rini Sutiyoso di Markas Pusat PMI Jakarta.
(ketua PPI Oxford, Muhammad Azan Izhar beserta Ibu Rini Sutiyoso beserta staff PMI)
Posted at 03:15 am by PPI-Oxford
Permalink
Feb 23, 2007
Indonesian Cultural Night - A Voyage To Tradition
Hi all, We would like to invite you to come to our cultural night show on 3rd of March 2007. Please read the following details for information about the performers and the place where it's going to be held.
Performances:
Dances:
- Saman Dance: a dance from Aceh
- Cendrawasih Dance: a dance from Bali island
- Javanese Dance
Traditional Music:
- Gamelan: a sophisticated formation of various musical instrument to perform traditional music
- Kacapi: a traditional musical instrument from West of Java.
Another performance of the event will be Silat a traditional martial arts from the land of Java
The Venue:
Jaqueline Du Pre Music Building at St. Hilda College. the event will start on 7.30 pm, door open is 7.00 pm. 
The price of ticket is £5 and the profit will go to Indonesian Red Cross.
For More info Please contact:
Adam : 07725952144 Anissa : 07769583066
or Email: ppi.oxford@gmail.com
See you in the event!
Posted at 03:25 am by PPI-Oxford
Permalink
Aug 20, 2006
Oleh: Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc, Ph.D*
Tulisan pada kali ini membahas rancangan dan prioritas pembangunan Indonesia menghadapi tantangan yang ada di masa depan. Penulis akan memprioritaskan beberapa bidang yang dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan penyelenggaraan Negara dengan mengajukan beberapa design dengan menjaga kekountinuitas strategi dan kebijakan yang telah memberikan dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Prioritas di Masa DatangPrioritas bagi Negara untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa diindikasikan dengan adanya jaminan pendidikan, pekerjaan, kesehatan dan good public services bagi masyarakat. Pencapaian indikator outcome tersebut dapat dihasilkan dengan memacu berbagai sektor real melalui mekanisme sistem yang kondusif dan terencana. Jaminan PendidikanPendidikan merupakan sebuah cara yang paling efektif untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang professional dan capable. Sebagai bangsa yang besar, sudah selayaknya SDM Indonesia merupakan komoditas unggulan bagi pemasukan devisa Negara dengan melahirkan tenaga kerja yang terampil, handal dan mampu berkompetisi secara global. Selain itu pendidikan merupakan jaminan medium untuk merubah paradigma dan mental model masyarakat untuk bergerak maju (evolving) menata dan membentuk sistem kehidupan dan bernegara yang lebih baik. Melalui perubahan paradigma dan mental model ini diharapkan dapat memacu kesadaran berbangsa (society awareness) dalam hal penegakkan hukum (law enforcement) serta perbaikan kesejahteraan dan kehidupan berbangsa untuk menuju kemakmuran bersama (wealthy state). Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai negara yang mengandalkan penguasaan IPTEK sebagai salah satu pilar kemajuan bangsanya. Dikarenakan alasan diatas, maka pendidikan merupakan prioritas penting bagi para penyelenggara Negara. Oleh karena itu porsi pembelanjaan Negara untuk bidang pendidikan perlu ditingkatkan dan segera direalisasikan. Jaminan PekerjaanSalah satu indikator sebuah negara yang dikategorikan sebagai wealthy state jika ianya dapat memberikan jaminan hidup layak bagi masyarakatnya. Hal ini dapat diukur dengan kemampuan penyelenggara negara untuk men-stimulate pemerataan pembangunan dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Lebih lanjut keberhasilan dari kemampuan penyelenggara negara dalam hal ini akan turut menentukan peranan yang akan dilakukan Indonesia dalam menghadapi kancah persaingan global; apakah akan menjadi pemain, penonton atau korban dari globalisasi? Menjawab tantangan internal maupun external diatas, development policy Indonesia sudah selayaknya difokuskan untuk dapat memicu pembangunan industri yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Kebijakan untuk mendukung industri berskala kecil dan menengah pada saat ini perlu ditingkatkan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Oleh karena itu penulis mengajukan perlunya dibangun sistem ‘transisi industri’. Hal ini untuk memacu dan menciptakan iklim ‘entrepreneurial environment’ bagi masyarakat. Transisi industri ini dilaksanakan untuk melakukan perubahan dari pengelolaan sumber daya alam secara tradisional menuju industrialisasi (e.g. agro industri). Hal ini akan memacu peningkatan produktivitas dan product value. Sumber daya alam yang selama ini hanya terbatas pada produksi bahan baku kemudian ditingkatkan untuk menghasilkan bahan jadi yang akan menambah nilai dari produk itu sendiri. Setiap daerah di Indonesia membangun sentra-sentra industri yang disesuaikan dengan potensi kekayaan alam yang dimiliki. Jika satu daerah tidak memiliki potensi kekayaan alam maka dikembangkan industri yang berbasis jasa ataupun pengolahan bahan jadi ataupun buatan (sintesis). Di lain pihak, diupayakan peningkatan jumlah dan nilai investasi baik dari segi finansial maupun ‘transfer technology’. Dalam hal ini maka beberapa langkah yang perlu ditindak lanjuti adalah dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja yang terampil dan professional (peningkatan kerjasama antara pemerintah di tiap daerah dengan universitas lokal) diikuti dengan kebijakan pemerintah dalam menciptakan suasana yang kondusif dan kesigapan mempersiapkan informasi, infrastruktur, dan penyederhanaan birokrasi (one-stop procedure) yang dapat menarik investasi. Dengan melakukan re-orientasi ke industrialisasi melalui pembangunan industri baru, perluasan dan peningkatan kualitas dari industri yang telah ada diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penambahan lapangan pekerjaan baru. Sehingga jaminan pekerjaan bagi masyarakat dapat direalisasikan. Jaminan kesehatan dan public servicesDikarenakan Indonesia sebagai salah satu Negara yang mempunyai jumlah penduduk terbesar di dunia, maka sektor kesehatan masyarakat dan layanan publik menjadi salah satu prioritas yang dikedepankan. Terlebih lagi dengan maraknya kasus kematian yang diakibatkan oleh berkembangnya berbagai jenis penyakit yang ada. Oleh karena itu, tawaran design ini termasuk didalam usaha Negara untuk dapat membentuk masyarakat yang aman, sehat dan sejahtera. Untuk dapat memberikan jaminan kesehatan ke masyarakat, maka prioritas ke depan adalah peningkatan infrastruktur kesehatan seperti, pembangunan pusat kesehatan masyarakat dan modernisasi peralatan rumah sakit serta peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu pengadaan dan produksi obat-obatan agar tetap dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Disisi lain, program untuk memberdayakan partisipasi masyarakat (community building) dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup sehat dan bersih terus digalakkan. Hal ini pula didukung oleh kebijakan preventive dari pemerintah seperti dengan menaikkan pajak rokok dan minuman keras. Di lain pihak, efisiensi dari pengoperasian dan optimisasi kesehatan dan public services dapat dimaksimalkan dengan penggunaan pajak Negara yang diperuntukkan untuk pembangunan sarana dan prasarana publik. Sebagai penutup, untuk menjadi bangsa yang maju dan makmur diperlukan kesamaan visi dan misi yang diimplementasikan oleh program dan target yang jelas dan terukur. Partisipasi aktif dari seluruh komponen bangsa kembali akan menjadi penentu keberhasilan program-program diatas. *Mantan Ketua PPI Inggris Raya 2004 dan Koordinator PPI Internasional 2005
Posted at 04:12 pm by PPI-Oxford
Permalink
Aug 8, 2006
Sumbangan PPI-Oxford untuk Korban Gempa
Oleh: Dhani ShelbyonoPada tanggal 7 Agustus 2006, PPI-Oxford dengan ikhlas telah memberikan sumbangan dana bantuan untuk korban gempa di Daerah Istimewa Jogyakarta dan Jawa Tengah. Sumbangan sebesar £ 500 atau Rp 8.533.505 (berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia Senin - 7 Agustus 2006; £ 1 = Rp 17.067,01) yang telah kami berikan ini berasal dari dana yang berhasil kami kumpulkan melalui acara malam kultur Spirit of Indonesia yang kami gelar di Oxford tanggal 18 Maret 2006. Sumbangan ini kami berikan melalui program ESQ Peduli Gempa, sebuah program yang di organisir oleh organisasi ESQ. Ucapan terima kasih kami berikan kepada Bpk. Gufron Sumariyono, salah seorang staff ESQ yang telah membantu kami untuk didalam pengiriman dan penerimaan sumbangan dana tersebut. Ucapan terima kasih sekali lagi juga kami berikan kepada para panitia, sponsor, tamu serta semua pihak-pihak lainnya yang telah memberikan dukungannya dalam mengsukseskan acara malam kultur Spirit of Indonesia. Bukti tanda terima sumbangan dari ESQ. Klik gambar untuk memperbesar
Untuk informasi lebih lanjut tentang ESQ, klik disini.
Untuk infomasi lebih lanjut tentang program ESQ Peduli Gempa (termasuk
alamat posko penerimaan dan distribusi, progres kerja serta laporan
keuangan), klik disini.
Posted at 03:00 am by PPI-Oxford
Permalink
Mar 23, 2006
Our Event was Praised by the Ambassador
The following image is a scanned letter that was sent by His Excellency the Ambassador of the Republic of Indonesia for the United Kingdom, Dr. Marty Natalegawa, who attended our event with Madame Natalegawa, and was impressed with our efforts and hard work. His Excellency's authograph is blurred for security and privacy reasons. Click the image to enlarge
Posted at 03:48 pm by PPI-Oxford
Permalink
Mar 19, 2006
Spirit of Indonesia: An Indonesian Cultural Night
By: Melissa Anindytha Hermawan The Audiences
 PPI-Oxford's President, Muhammad Afif, giving his opening speech
 Halim and Annisa
 Muhammad, our French member
 The venue's foyer
 Gamelan
 Abi, our sound engineer
 Adam wearing tradional Javanese clothing
 Our dancer, Halimah Tusaidah, doing the Jaipong dance
 Our dancer, Wisnu Triatmojo, also doing the Jaipong dance
 Our high calibre dancer, Ni Made Pujawati, prepare to dance
After months of planning, the Oxford Indonesian Student Society has successfully brought about Spirit of Indonesia: An Indonesian Cultural Night on Saturday 18th March 2006, at the Jacqueline du Pre Music Building, St. Hilda's College, University of Oxford. We felt confident enough to repeat this event due to last year's highly successful and well received show. At first, not many of our students were involved as we were still assessing the possibility of organising such an event, with minimum man-power and amidst our own busy schedule. However, as slowly our plans were getting closer to reality, many of our members started to get involved in the planning and contribution of ideas during our weekly meeting at 8pm on Thursdays in Oxford Brookes University Gypsy Lane Library and in the Sinclair Building in Gypsy Lane site. Many a time, I felt doubtful of our ability to make this event half as brilliant as it was last year. But as it turns out, I need not feel these doubts with a supportive and brilliant team such as this year's. Despite the numerous set backs, I think we have delivered an outstanding performance and presented an unforgettable night. However, this night would not have been successful had it not been for our extremely talented performers: the Oxford Gamelan Society, Ni Made Pujawati, Halimah Tusadiah, Diniana Frinda, Wisnu Triatmojo, and Arryati Ramadani. We are very honoured to have our ambassador for the UK, H.E. Dr. Marty Natalegawa and madame, to come as VIP guests for our event. We would also thank the Embassy of the Republic of Indonesia for the UK for all the help and support. Many thanks to Miss Ria Pawan, Mr. & Mrs. Muna, Mr. & Mrs. Campion, Mr. & Mrs. Connolly, members of the Indonesian community in Swindon, and our friend Nabeel Malik from Oxford Brookes Student Union. I would also like to extent my sincere gratitude and regards to all our guests, especially those who came all the way from Swindon, Basingstoke, Lancaster, Nottingham, Bournemouth, Coventry, Birmingham and Hertfordshire among the many. Last but not least, to all the working committee of this society, who contributed so much to make this event a reality. To you all (Max, Halim, Vivi, Zen, Dhani, Anoop, Izuan, Abi, Achi, Adam, Annisa, Ale, Andrian, Ayu Rini, Felicia, Stephanie, Arryati, Mohamed, Sarmin, Jerry, Mitchel) thank you and congratulations. PPI-Oxford is proud to have organised this event and we hope to keep on making such events every year in our agenda.
Posted at 06:52 am by PPI-Oxford
Permalink
Mar 18, 2006
By: Melissa Anindytha Hermawan
First of all, thank you all soooooo much for all the hard work you put in especially during the last week before the event. Want to thank you for that and also your readiness to help straight away and makes everything run quite smoothly. I thought you all looked very very very good in costumes.
To Max, who put in effort to contact the gamelan group and pencak silat groupsssssssss :p coz he didnt only contact one. Accompanying our VIPs H.E. Dr. Marty Natalegawa and Madame Natalegawa. For ticketing design as well, for arranging for both ticket and poster printing, for helping settling the gamelan group on the day. For getting lists of brookes' emails for anoop to send to.
To Vivi who ran here and there basically doing soooo many things! Thx for ur beautiful necklaces, for helping with costumes, helping with the refreshments and help achi with inital lighting. Thx for running around and around :D thx for putting up posters in Gypsy Lane. Thx for doing the money with Halim.
To Halim who always (I thought anyway) have clear logical diplomatic views. The voice of reason :p thx for helping initial set up for sound with Abi, Andrian, Jerry. Thx for being our liason with the JDP ppl again and again, with everything to do with the building and its regulations. and thx for doing tickets on the day with Annisa. i hope you weren't too confused on my ticketing booking/sales notes! Thx also for running around on the day with instructions for getting even more stuff. For being in charge on the foyer and coordinating with the wearfair jewellery ppl. Thx for putting up posters. thx for all your constructive criticsm (the good critiques)
Zen, for liasing with KBRI, getting the costumes (on top of your superb work for the London Film Fest), who coordinated ppl on the day, driving skills :p for sound system and everything! For trying also to get pencak silat and the dancers in london. And for getting the sponsorship from indo metal. For printing out the programmes, for preparing the run down of the event.
Dhani who designed the poster (many of my frns asked whether i designed the poster. as if i could!!!) Thx dhan, the poster is wonderful. thx for doing the mc as well. We both dont have the experience but you seemed so well put together! Thx also for cutting our mc script! Thx for relieving me in the stall on the Thursday before in Gypsy Lane, with Izuan and Ale.
To Adam, who initiated the plan to promote our event in the city. For the hours you put in the cold together with izuan abi achi and also Felicita. Thx for doing the parking thing. thx for having our Lancaster guest!
To Abi and Achi who contacted sound system people, who arranged it for the day. for Achi who did the lighting for the event. for Abi who did the sound system. Both of you always lighten the atmosphere and remind us not to get tooo serious and tense up! For running around here and there on the day to help us set up. Thx for promoting it in Bellerbys.
To Annisa, my sweet 'adik kelas'! For the ticketing on the day with Halim, for gift wrapping the gifts for our performers. You did that so wonderfully. I couldnt have done better. Thx for always being ready to help, especially with the refreshments as well. Thx for the encouragements. You look sooo fetching in your costume! Btw, pls dont go partying tooo much :p for giving out flyers in brookes on Friday.
To Izuan, you looked nice with that costume (I have no idea where its from tho!) thx for doing the stage manager stuff, for offering me support throughout and listening to my fears and everything! thx also for being in Gypsy Lane on the Thursday before with Dhani and Ale, and being in the cold in city on Thursday to promote our event :p
To Steph, my kind and supportive housemate. Thx for helping us with your very beautiful kebaya on the day. (loved the green!) For always listening to my ramblings about everything. thx for all the encouragements these past few weeks. thx for the supportive notes. Thx for putting up posters in Harcourt Hill and Headington Hill.
to anoop! hehehe well, thx Snoopy for being the stage manager with Izuan, thx for getting me glasses of water on the hour! thx for helping me relieve my mind off the event once in a while! thx for helping set up the place, getting the drinks as well and continuous encouragements. thx also for sending around thousands of emails!
To Andrian, who kindly sent around emails for the colleges in Oxford Uni. thx for guarding the dressing rooms, thx for taking the initiative for the first aid requirements. thx for helping clear up the place after and before, for also helping with the decoration.
To Ayu Rini, who's coming gives us hope. Thx for coming up with refreshment ideas. Thx for doing the refreshments, thx for supporting all of us. Thx for the souvenirse kindly brought all the way from
palembang. We hope you will have an enjoyable stay here and will always think kindly of us.
to ale, thx for helping mind the stall in gypsy lane as well, thx for lending your car, thx for allowing us to use the photocopier and scissors and selotapes. thx for being there and giving encouragements.
To Moha, who again this year willingly wear a costume and greet our guests. for your kind support. for all your help with cutting the fruits for refreshments. good luck in you placement next year. Merci beacoup et la bonne chance! nous nous ennuierons de toi l'année prochaine! (I do hope thats right)
To Felicita, who straight away wanted to help. Thx for going to city in costume earlier on the day to promote the event with Abi and Achi. Your kebaya is so beautiful!
to mbak Arryati, who's dancing has entertained us sooo much. We should've drafted you in straight away!
to Mitchel, who (akhirnya hehehe) helped with the gamelan instruments, with the parking.
to Vemil, who's kindly sent around emails to his frns as well to promote this event.
to Sarmin and Jerry, who's only just arrived and met us in Oxford on Friday and straight away drafted to help us! thx for that. thx Jerry for helping to set up the sound system and thx sarmin for helping cutting the fruits for the refreshments with moha.
And to all of you, thank you for promoting and selling tickets to all your friends. Thank you for making this event successful. Thank you for giving up your time for this admists your very very very busy schedules. Thank you for everything.
xoxo *mwah* Melissa.
Posted at 07:41 am by PPI-Oxford
Permalink
Mar 10, 2006
Spirit of Indonesia: An Indonesian Cultural Night
Posted at 04:50 am by PPI-Oxford
Permalink
Nov 5, 2005
Aksi Kemanusiaan Mahasiswa Indonesia di Inggris Raya
Oleh: Dhani Shelbyono* Aceh. Dua hal lugas terasimilasikan dengan propinsi tersebut. 'GAM' dan 'tsunami.' Ironik memang perdamaian baru tercapai setelah sebuah bencana alam. Tsunami yg terjadi tahun lalu di Aceh benar-benar mengejutkan dunia. Menurut British Broadcasting Centre (BBC), bencana alam tersebut adalah bencana alam terburuk didalam sejarah dunia belakangan ini. Bencana alam itu pula yang telah menggerakkan operasi aksi kemanusiaan terbesar oleh macam-macam organisasi di dunia. Negara termiskin seperti Mozambik pun turut memberikan bantuan dana, tak luput Nepal dan Timor-Leste juga sempat memberikan janji bantuan untuk para korban. Kami, Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPIUK), juga ikut mengulurkan tangan dalam memberikan bantuan kepada para korban di Aceh, walau dengan minimnya liputan berita tentang Aceh di Inggris raya, dibandingkan dengan daerah bencana lainnya, yang telah menyulitkan kami untuk memantau kejadian yang terjadi disana, air mata kami tak henti mengalir ketika kami mendengar berita demi berita, serta cerita dan pengalaman pribadi para korban di Aceh yang akhirnya membangkitkan rasa peduli kami untuk cepat bergerak, melupakan aktifitas rutin, menyusun dan menjalankan rencana untuk membantu Aceh menghadapi bencana alam tersebut. Hal pertama yang kami lakukan adalah pergerakan pengumpulan dana oleh semua orang Indonesia di UK, dimana gerakan itu kami beri nama 'One Pound for Indonesia.' Gerakan ini awalnya diprakarsai oleh salah satu pengurus kita guna mempercepat pengumpulan dana, tanpa melewati proses yang berbelit. Gerakan ini cepat ditanggapi oleh para pengurus dari cabang-cabang PPIUK dan dalam waktu yang cukup singkat, PPIUK berhasil mengumpulkan dana dengan jumlah yang cukup besar dan disumbangkan ke Aceh melalui PMI. Gerakan kemanusiaan lainnya antara lain adalah malam dana yang digelar oleh salah satu cabang PPIUK di kota Wolverhampton yang bekerja sama dengan sebuah sekolah dasar lokal di kota tesebut, D'Eyncourt Primary School. Acara tersebut adalah sebuah bazaar yang cukup sederhana namun banyak menarik perhatian pengunjung dimana mayoritas dari mereka adalah penghuni local kota itu. Dua gerakan besar lainnya yang dilakukan oleh PPIUK adalah program pemberian beasiswa untuk beberapa pengajar dari dua universitas di kota (koreksi 29/3/06 - RDS) Aceh untuk studi ke tiga universitas besar di Inggris Raya, dan sebuah pentas seni dan budaya yang diadakan di kota Oxford. Mengenai pemberian beasiswa, salah satu univesitas pemberi beasiswa adalah the Univesity of Leeds, dimana hal itu terwujud setelah hasil diskusi pihak universitas dengan PPI cabang kota Leeds. Pemberian beasiswa ini ditujukan untuk pembangunan jangka panjang daerah Aceh melalui jalur pendidikan. Sedangkan pentas seni yang diadakan di kota Oxford adalah hasil kerja gabungan antara PPI cabang kota Oxford dan Perkumpulan Pelajar India di kota Oxford (Oxford Indian Society - OIS). Maksud dari digelarnya acara ini, selain untuk pengumpulan dana lewat penjualan tiket dan sumbangan pengunjung, juga untuk memperkenalkan budaya masing-masing negara kepada penghuni lokal kota Oxford; penggabungan antara kedua kubu organisasi mahasiswa Indonesia dan India juga adalah untuk membangun jaringan para anggota dari kedua organisasi dan membuat acara yang lebih besar dan berbobot. Hasil kerja kedua organisasi ini dinilai sangat sukses oleh banyak pihak, banyaknya dana yang terkumpul dibagi dua secara marata antara OIS dan PPI-Oxford, dan penyerahan dana sumbangan untuk korban bencana alam itu dilakukan melalui PMI. Selain dari gerakan kemanusiaan yang dilakukan langsung oleh para pengurus dan anggota PPIUK serta cabang-cabangnya, banyak juga anggota kami yang berpartisipasi dalam meredakan penderitaan Aceh dengan membantu organisasi kemanusian lainnya di Inggris Raya. Salah satu contoh dari gerakan itu adalah keikutsertaanya beberapa mahasiswa Indonesia didalam sebuah acara malam dana yang digelar oleh sebuah organisasi sosial yang diakui di Inggris Raya, Indonesian Children's Relief (ICR). Acara yang digelar di gedung megah London Muslim Centre ini berisikan renungan dan perbagian cerita oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang terpengaruh langsung dengan bencana tsunami. Acara yang dihadiri oleh 10 ribu tamu ini dinilai sangat sukses dan berhasil mengumpulkan sumbangan yang luar biasa besar. Beberapa mahasiswa kami pun juga sempat berkunjung ke Aceh tengah melaporkan langsung situasi di lokasi. Naskah artikel diatas juga akan di publikasikan oleh PMI didalam majalah mereka 'Gema Insani' edisi Desember 2005. *Penulis adalah pelajar S2 bidang Marketing di Oxford Brookes University di UK dan mantan ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di kota Oxford 2004/05.
Posted at 08:55 am by PPI-Oxford
Permalink
Oct 13, 2005
Oxford Indonesian Student Society’s New Committees 2005/06
By: Jen

New PPI-Oxford's President, Muhammad Afif, with the previous President, Dhani Shelbyono. Hand-in-hand
You would want to feel how democratic have been ran really well by Indonesian student in PPI Oxford. Just yesterday which is 10th of October 2005 at 16 Stephen Road, was happen a changing leadership and organisational staff of PPI Oxford which was watched by almost every members. At first, the event was purposely for welcoming the new Indonesian student for 2006/2006 academic year and students who doing ‘swam’ or fasting to break it together then follows by the election.
The event was started at six pm when gradually people were coming. After the enjoying the food the election started. The nominations are Afif, Halim, Melissa and Vivi. The election method is by ‘musyawarah’ (or in English means to discuss). By considering many things, by acclimated, Muhammad Afif was chosen as the new president of Indonesian Student Society of Oxford. Furthermore, the election ran smoothly, as every people who attended show and describe their opinion and equally treated by everybody. At that evening as well, the new president, by discussing before to everyone, decides the organisational staffs for further one more year, which are:
President : Muhammad Afif
Vice President : Melissa A. Hermawan
Secretary: Halim Kusumaadmadja
Treasurer: Vivi Halim
Sports Coordinator: Anoop Vaswani & Mitchel
Business Coordinator: Dhani Shelbyono & Annisa D. Prima
Art & Culture: Abi & Aci
Education: Andrian Sudarsono & Hendri Rudiawan
We believe that this year’s committees are a solid team and they can make PPI Oxford a successful organization as the previous ones.
Posted at 02:11 pm by PPI-Oxford
Permalink
|
|

|
|
|
PPI-Oxford adalah sebuah Perhimpunan Pelajar Indonesia di kota Oxford yg bernaung dibawah payung PPI-UK. Cita-cita PPI-Oxford adalah untuk membangun jaringan antara pelajar-pelajar Indonesia di Oxford dan menjalankan program-program kerja yg bukan hanya bersifat membangun untuk anggota-anggotanya, namun juga berpengaruh baik untuk lingkungan sekitarnya. Kepada semua pelajar Indonesia yang sedang berada atau akan menuju kota Oxford mohon kontak kami. Email*: ppi.oxford(@)gmail(.)com *Untuk mencegah masuknya spam pada email, email ditulis dengan tanda kurung "()" pada "@" dan ".". Mohon hapus tanda kurung pada saat menulis email.Lihat FOTO PPI-Oxford
|